Tes adalah salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan seseorang untuk suatu pekerjaan.

Dalam hal ini, misalnya tes dilakukan untuk mengetaui tingkat sejauh mana peserta didik itu paham akan suatu materi pelajaran yang sudah dijelaskan kepadanya.

Dalam hal belajar, dirasa perlu untuk melakukan tes. Hal ini akan memberikan manfaat terhadap dirinya sendiri, dan terhadap pembelajaran yang dilakukannya.

Pengertian Tes Objektif

Tes objektif adalah rangkaian butir soal yang dapat dijawab dengan jalan memilih salah satu dari beberapa opsi yang disediakan.

Tes objektif ini dapat juga dikatakan bentuk tes yang pasti. Dikatakan demikian, karena pada tes objektif ini, disandingkan pula opsi jawaban dari pertanyaan tersebut.

Tes ini membutuhkan dan memiliki sebuah jawaban pasti. Karena, dalam setiap butir soal yang diuraikan, disediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh pengguanya.

Manfaat dan Kelebihan Tes Objektif

Pada dasarnya, masing-masing tes itu memiliki manfaatnya sendiri. Begitu pula halnya dengan tes objekif. Adapun beberapa manfaat dari tes objektif ini dapat diterangkan pada butir dibawah ini.

  1. Penilaian yang pasti, dikarenakan jawaban yang pasti (objektif)
  2. Dapat menguji pemahaman seluruh siswa sekaligus, untuk suatu mamteri tertentu yang lebih kecil.
  3. Membutuhkan jawaban yang singkat.

Jenis-Jenis Tes Objektif

Dalam tes objektif, juga terdapat berbagai jenis atau bentuk tes yang dapat digunakan. Guru dapat memilihnya sesuai dengan yang dibutuhkan materi pembelajaran mereka.

Namun pada prinsipnya, tetap memandang prinsip yang sama, yaitu tetap pada objektifitas. Berikut ini merupakan beberapa jenis tes objektif.
  1. Tes Pilihan Berganda (Multiple Choice Item Test)
    Bentuk tes ini, sangat sering didapati. Biasanya, guru menggunakan bentuk tes ini pada ujian-ujian tertentu, seperti ujian pertengahan semester (MID Semester), ujian Semester Ganjil, ujian Semester Genap, dan lain sebagainya.
  2. Tes Menjohohkan
    Bentuk tes ini semacam kegiatan menjodohkan. Maksudnya adalah, bahwa seluruh pertanyaan dan jawaban ditempatkan pada suatu tempat yang diacak (random). Lalu, peserta didik memilihnya sebagai jawaban.
  3. Tes Benar Salah
    Tes ini, membutuhkan dua pilihan jawaban, yaitu benar atau salah. Biasanya, bentuk soal yang diuraikan yakni pernyataan, bukan pertanyaan.

Ciri-Ciri Tes Objektif

Berbagai bentuk tes, memiliki karakter atau ciri-ciri khusus yang menandakan suatu jenis tes itu sendiri. Begitu pula halnya dengan tes objektif.

Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri tes objektif.
  1. Tes objektif memiliki pertanyaan yang membutuhkan jawaban singkat.
  2. Memiliki 3-5 pilihan jawaban (disesuaikan dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku).
  3. Pilihan jawaban terdiri dari 1-5 suku kata.
  4. Umumnya, memiliki jumlah soal yang sedikit lebih banyak dari pada jenis tes lainnya (optional).

Ciri-ciri di atas merupakan hal yang paling sering ditemukan dalam lingkungan lembaga pendidikan di Tanah Air. Walau demikian, hal itu merupakan ciri-ciri dan bukan sebuah arahan yang mewajibkan bahwa penulisan atau pembuatan jenis tes objektif harus mengikut apa yang dijelaskan di atas.

Ciri-ciri ini dapat berubah pada daerah-daerah tertentu sesuai dengan kebutuhan daerah itu sendiri. Maka oleh sebab itu, ciri-ciri tes objektif ini dapat dijadikan sebagai dasar atau acuan untuk membuat sebuah tes objektif.