Bagaimana caranya agar saya menjadi guru yang berwibawa?

Itu pertanyaan yang baik untuk seorang pendidik.

Mengapa?

Disitulah dikatakan sedang melakukan evaluasi (evaluasi diri) dimana, kita sendiri sedang melakukan analisa sederhana tentang apa langkah yang akan diambil selanjutnya.

Pembiaraan ini berawal dari bagaimana menjadi guru yang berwibawa?

Mari kita mulai...


    Guru Yang Berwibawa

    Hal ini membuka setidaknya dua suku kata yang berbeda.

    Keduanya dapat disatukan menjadi sesuatu yang berarti.

    guru-yang-berwibawa

    Untuk memulai pembahasan ini, saya ingin mengajak anda untuk berbicara soal kedua suku kata ini, yaitu guru dan wibawa.

    Ini sejalan, tetapi menghasilkan deskripsi yang berbeda.

    Kita memulainya dari persoalan wibawa.

    Tentang Wibawa

    Jika telah mendengar bagian kompetensi kepribadian guru, anda akan mendengar istilah "wibawa" didalamnya.

    Kompetensi kepribadian guru yang berwibawa sudah dijelaskan dalam perundang-undangan tentang guru dan dosen.

    Tetapi, untuk memperkaya pembahasan ini, saya ingin mendeskripsikannya lebih meluas dan transparan.

    tentang-wibawa-wiktionary

    Wiktionary menyebutkan bahwa wibawa itu adalah pembawaan untuk dapat dapat mempengaruhi orang lain untuk dihormati melalui sikap dan tingkah lakunya.

    tentang-wibawa-kbbi

    Tidak ada bedanya dengan apa yang juga disebutkan dalam kbbi online tentang wibawa.

    Keduanya menggunakan kalimat yang serupa untuk memaknai wibawa ini.

    Sampai disini, saya mengutip poin nya, yaitu mempengaruhi orang lain.

    Tetapi ini bukan ilmu hipnotis atau hipnosis.

    Kita membutuhkan penghormatan dari oranglain dengan cara mempengaruhinya melalui tingkah laku yang dilakukan.

    Poin selanjutnya yaitu pemimpin.

    Saya tidak mengerti mengapa pemimpin ini dikategorikan dalam wibawa.

    Tetapi, ini (pemimpin) relevan dengan topik pembahasan ini. Karena guru, merupakan sosok pemimpin bagi para siswanya.

    Oke. Kita lanjut ke step berikutnya, tentang guru

    Tentang Guru

    Ini merupakan sajian yang kesekian kalinya dalam topik tentang guru.

    Jauh sebelum tulisan ini diterbitkan, pembicaraan tentang guru tentu sudah banyak sekali ditemukan.

    Banyak ahli juga sudah mendefenisikan hal ini lebih dulu.

    Tetapi, sebagai pengantar hal ini akan dijelaskan terlebih dahulu.

    Keseluruhan dari kita tentu mengenal istilah ini dan masing-masing mungkin sudah mendefenisikannya lebih dulu.

    Guru itu sosok pemimpin bagi siswanya.

    Gurulah yang melakukan proses transformasi ilmu itu kepada para peserta didiknya.

    Ini merupakan alasan yang tepat untuk dikatakan pemimpin.

    Tetapi, saya tidak mengatakan bahwa guru untuk ilmu hitam itu bagian dari hal ini.

    Saya memilih untuk tidak mencampuri hal itu dalam halaman ini.

    Sebelum terlalu jauh, apakah yang dimaksud dengan wibawa itu?

    Bagaimana penempatannya untuk seorang guru?

    Mari kita mulai dengan mengerti lebih dulu tentang wibawa.

    Cara Menjadi Guru Yang Berwibawa

    Pertanyaan yang sangat baik bagi seorang guru.

    Wibawa memang pada dasarnya diperlukan dan setiap orang mengharapkan dirinya berwibawa diharapan setiap orang.

    Salah satu tujuan orang ingin terlihat berwibawa yakni agar mendapatkan penghormatan dari lawan bicaranya.

    cara-menjadi-guru-berwibawa

    Memang pada umumnya banyak sekali cara agar dapat dikatakan berwibawa.

    Tentu, kata wibawa ini bukanlah kata yang baru kali ini dibahas.

    Sebelumnya, tentu sudah banyak para ahli dan pakar yang menjelaskan tentang hal ini lebih dulu.

    وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖٓ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ
    Artinya:
    Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.
    (Q.S. Al-Anbiya: 82)

    Ayat ini bercerita tentang bagaimana Allah SWT memberikan nikmat khusus kepada Nabi Sulaiman agar Angin mengikut perintah dari Nabi Sulaiman (atas izin Allah).

    Dapat dimaknai bahwa Nabi Sulaiman memiliki wibawa dihadapan para angin itu, sehingga dapat mempengaruhinya.

    Apa selanjutnya?

    Tentunya, kita perlu mengetahui tentang turunan dari wibawa itu.

    Agar dilaksanakan, dan mencapai tingkat wibawa itu sendiri.

    Saya menemukan hal itu dalam sebuah buku.

    Kunandar1 menjelaskan bahwa terdapat 2 indikator yang dapat dikatakan wibawa atau kewibawaan.

    Ini merupakan cara menjadi guru berwibawa yang dapat dijadikan referensi untuk diterapkan.

    Lihat dan pahami kedua poin ini:
    • Memiliki pengaruh terhadap peserta didik.
      Jika ini dihargai, tentu salah satu hal yang harus dilakukan adalah memberikan pengaruh.

      Tentu pengaruh yang dapat mendatangkan hal positif bagi para peserta didiknya.

      Ini adalah langkah pertama yang harus anda lakukan bila ingin berwibawa dihadapan siswa.

      Anak yang dalam hal ini disebut sebagai siswa, sangat kuat dengan perilaku meniru dalam dirinya.

      Mereka banyak menghabiskan waktu untuk meniru media yang ada disekeliling mereka.

      Dalam penelitian yang dilakukan oleh Virgiana, mengungkap bahwa perilaku meniru dalam diri anak sangat berpotensi besar mempengaruhi sikapnya.

      Dalam hasil penelitiannya juga dijelaskan bahwa anak yang terbiasa menonton film kartun, maka sikap yang ditimbulkannya juga seperti apa yang ditontonnya.

      Titik poin disini yaitu media. Guru adalah media bagi para peserta didiknya.

      Jika anda benar-benar berhasil menjadi media bagi para peserta didik itu, mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk memperhatikan semua perilakumu dan itu baik untuk mereka.

      Mari kita lihat poin selanjutnya.
    • Memiliki perilaku yang disegani.
      Sebagai informasi, jika anda mengetahui arti kata segan, anda akan beranggapan ini hal yang aneh.

      Dalam kbbi, segan diartikan sebagai malas.

      Tetapi, bukan itu makna yang akan digunakan disini.

      Gunakan berpikir terbalik.

      Jika merujuk pada malas, maka disegani dapat diartikan dimalasi. Artinya, lawan bicara merasa malas untuk berkata sesuatu terhadap diri kita.

      Ini merupakan pengaruh dari poin 1 yang sudah diuraikan sebelumnya.

      Berbagai perilaku yang disegani seperti nada/intonasi berbicara, gaya bahasa, gerak-gerik tubuh, cara berjalan, dan lain sebagainya.

    Tetapi, apakah sikap pemarah merupakan sebuah perilaku yang disegani?

    Saya berpikir itu memang memberi pengaruh. Jika memarahi siswa, apakah itu memberikan hal positif terhadapnya?

    Jika marah bagian dari media, apa yang terjadi bila siswa menirukannya?

    Saya tidak sependapat dengan itu, dan tidak ingin membahasnya saat ini.

    Guru seharusnya menjadi sosok yang paling dihormati bagi para peserta didiknya.

    Sewajarnyalah bila memperhatikan tentang sikap dan perilaku mereka dihadapan para siswanya.

    Indikator kewibawaan yang diuraikan di atas dapat dijadikan dasar untuk memiliki pribadi yang berwibawa.

    Silahkan terapkan. Jika itu berhasil, silahkan beritahu teman disekeliling anda.

    Jika itu keliru, beritahu saja untuk perbaikan lebih lanjut di masa mendatang.


    1. Kunandar. 2009 h. 75