Mengapa?
Inilah yang menjadi penentu selanjutnya, tentang berhasil atau tidaknya sebuah penelitian itu dilakukan.
Apa Itu Instrumen Penelitian Kualitatif?
Instrumen merupakan istilah yang digunakan untuk sebuah penelitian.
Instrumen memegang peranan penting dalam sebuah penelitian.
Umumnya, instrumen penelitian dibuat berdasarkan indikator dari objek penelitian yang akan diteliti.
Penulisannya lebih spesifik dari objek yang diteliti.
Disisi lain, instrumen penelitian dapat juga dimaknai dengan turunan dari objek yang diteliti.
Dalam penelitian kualitatif, instrumen biasanya berbentuk pertanyaan.
Mengapa?
Karena, dalam penelitian kualitatif itu mengedepankan pengumpulan data semacam wawancara, dokumentasi, dan lain sebagainya.
Ini merupakan bagian dari tehnik pengumpulan data kualitatif yang banyak digunakan para peneliti dalam menyelesaikan tugas akhir studinya misalnya.
Menentukan Instrumen Penelitian Kualitatif
Berikut ini beberapa cara agar dapat menentukan instrumen penelitian kualitatif.
Ketahui Objek Penelitian
Ini merupakan solusi pertama untuk sebuah penelitian kualitatif.
Pada dasarnya, beberapa pendapat mengatakan bahwa peneliti merupakan bagian dari instrumen penelitian dalam jenis penelitian kualitatif.
Tetapi, itu tidak semestinya bermakna demikian.
Bila demikian adanya, lantas penelitian kualitatif ini bersifat bebas tanpa aturan dan itu pandangan yang tidak baik.
Mari kita simak.
Seorang peneliti, semestinya memahami benar tentang objek penelitiannya.
Bagaimana mungkin timbul sebuah hasil penelitian tanpa mengetahui tentang objek yang ditelitinya?
Poin pertama yang harus diketahui yaitu objek penelitian.
Misalnya, judul penelitiannya itu semacam:
Penerapan Kompetensi Kepribadian Guru di .....
Judul di atas, menggambarkan bahwa objek yang diteliti adalah kompetensi kepribadian.
Ciri yang lahir dari sebuah hasil penelitiannya yaitu membahas tentang kompetensi kepribadian.
Bagian ini merupakan bagian yang penting.
Setelah mengetahui objek yang diteliti, maka selanjutnya yaitu menentukan indikatornya.
Menentukan Instrumen Penelitian
Menentukan indikator dalam penelitian kualitatif tentu tidak sembarangan bisa dilakukan.
Walau beberapa ahli mengatakan bahwa peneliti merupakan bagian dari instrumen penelitian, bukan berarti untuk instrumen terstruktur itu yang dimaksudkan.
Indikator itu bagian turunan dari objek penelitian.
Jadi, dalam kasus ini, dicontohkan seperti contoh di atas.
Misalnya, sebuah objek penelitian yaitu tentang kompetensi kepribadian.
Maka untuk menentukan instrumen penelitian, perlu mengetahui tentang indikator dari objek penelitian itu sendiri (kompetensi kepribadian).
Carilah dari berbagai referensi yang ada tentang objek penelitian (kompetensi kepribadian) itu sendiri.
Temukan turunannya, maka itulah yang dapat dijadikan instrumen penelitian.
Membuat Instrumen Penelitian Kualitatif
Penjelasan sebelumnya sudah menjelaskan tentang bagaimana instrumen itu ditemukan.
Maka langkah selanjutnya adalah membuat instrumen penelitian kualitatif.
Bagaimana cara membuatnya?
Seorang peneliti yang melakukan penelitian kualitatif tentu mengedepankan tehnik pengumpulan data kualitatif seperti wawancara.
Dari beberapa poin indikator yang didapati seperti apa yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dokumenkanlah poin tersebut.
Selanjutnya, buat menjadi bentuk kalimat pertanyaan (bukan pernyataan).
Hal ini tentu akan bernilai baik, karena indikator yang ada lebih difokuskan dan penelitian akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan.
Secara umum, membuat instrumen penelitian kualitatif dapat melihat pada langkah di bawah ini:
- Menentukan objek penelitian
- Mencari indikator (turunan) dari objek penelitian
- Buat pertanyaan dari masing-masing indikator yang ditemukan.
Beberapa penjelasan di atas terlihat tidak terlalu sulit.
Hal yang terpenting disini adalah bagaimana peneliti menemukan indikator (turunan) dari objek penelitiannya itu sendiri.
Berhasil atau tidaknya, bergantung pada hal itu.
Saya akan menjelaskan tentang bagaimana cara membuat instrumen penelitian kualitatif itu.
Ikuti cara-cara berikut ini.
#1 Fokus pada objek
Benar bila sebuah penelitian itu wajib fokus terhadap objek yang diteliti.Saya bisa memberikan sebuah contoh.
Topik sebuah penelitian yaitu tentang kompetensi kepribadian guru.
Jadi, dalam menentukan kompetensi kepribadian guru, terdapat beberapa turunan yang disebut instrumen dalam kompetensi kepribadian guru.
Jadi, gunakanlah hal itu sebagai bahan instrumen penelitian yang ingin diteliti.
Jadi, hal ini sangatlah masuk akal.
Seorang dapat dikatakan berkompetensi kepribadian, bila memiliki sifat-sifat sesuai dengan apa yang disyaratkan dalam kompetensi kepribadian itu.
Ingat, objek adalah hal utama yang tidak dapat ditinggalkan.
Jadi, fokuslah pada objek. Ini langkah awal dan yang paling dasar dalam sebuah penelitian.
#2 Cari referensi yang valid
Setiap peneliti tentu menginginkan referensi yang valid untuk studi penelitiannya.Dalam hal ini, banyak cara untuk mewujudkannya.
Bisa menggunakan berbagai macam sumber informasi seperti buku di perpustakaan.
Atau di era modern ini, dapat juga melihat berbagai tulisan ilmiah resmi seperti jurnal online, dan lain sebagainya.
Dalam kasus contoh seperti yang dijelaskan pada #1 di atas, kompetensi kepribadian adalah objek penelitian.
Maka dari itu, carilah referensi yang menjelaskan tentang ini, dan menjelaskan tentang indikator dari kompetensi kepribadian itu.
Itu adalah cara yang sederhana dan baik untuk diterapkan.
Dalam hal ini, simpan dengan baik sumber referensi yang didapati itu.
Karena, ini akan menjadi dasar dalam menentukan instrumen penelitian.
Ini sangat baik dan saya merekomendasikannya.
Seperti beberapa waktu yang lalu, saya melakukan sebuah penelitian tentang kompetensi kepribadian.
Nyatanya, saya menemukan indikator penelitian saya tentang kompetensi kepribadian ini.
Saya menemukannya dalam sebuah buku yang saya jadikan sebagai fokus dalam instrumen penelitian saya.
#3 Buat pertanyaan untuk mendapatkan data
Biasanya, melalui referensi yang ada, indikator dari tiap-tiap objek penelitian itu bersifat pernyataan.Hal ini memang kebanyakan dituliskan dalam buku referensi yang ada.
Untuk sebuah penelitian, tentu seorang peneliti membutuhkan data.
Cara mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, yaitu dengan cara wawancara.
Tentu hal yang aneh dalam sebuah wawancara bila mengedepankan kalimat yang bersifat pernyataan bukan?
Jadi, cari dan sesuaikanlah dalam bentuk pernyataan untuk mengambil data dari masing-masing indikator dalam sebuah instrumen penelitian.
Temui informan penelitian, dan lontarkan pertanyaan yang berkaitan.
Ini akan terlihat baik untuk sebuah penelitian.